Programming (bagian 1) – Pondasi dasar

Pemrograman (programming) merupakan sebuah aktifitas dalam membuat baris-baris perintah dalam jenis bahasa pemrograman tertentu. Beberapa orang mengalami kendala dalam melakukan aktifitas ini dan mereka tidak mengetahui dan menyadari dimana letak kesalahan yang mereka lakukan. Ada banyak kemungkinan kenapa hal ini dapat terjadi. Salah satunya adalah sistem atau cara belajar yang tidak terstruktur atau tidak sesuai dengan gaya belajar si pembelajar, atau permasalahan terletak pada si pemberi materi bahan ajar (instruktur, guru, dosen, dll).

Sehingga hal ini membuat sebuah blok mental (mental block) baru bagi para pembelajar programming atau malah bisa menjadi sebuah trouma pribadi yang membuat kesimpulan bahwa pemrograman itu sulit. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan mengenai pernyataan pembelajar yang berkata bahwa pemrograman itu sulit, maka dibuat sebuah seri artikel, yang akan memberikan guide atau panduan bagi para pembelajar, bagaimana proses pembelajaran pemrograman secara terstruktur.

Dalam pembahasan ini akan digunakan pendekatan dengan menggunakan jenis mata kuliah atau pelajaran yang harus dilalui oleh seorang pembelajar secara bertahap menuju seorang Programmer.

Berikut adalah saran langkah-langkah yang bisa diambil oleh para calon programmer dalam merintis karirnya di bidang pemrograman.

  • Kuasai mata kuliah Logika dan Teknik Pemrograman. Berikut akan disampaikan point-point penting apa saja yang akan dibahas didalam perkuliahan Logika dan Teknik Pemrograman.

Point-point penting yang dipelajari dalam mempelajari logika dan teknik pemrograman adalah sebagai berikut:

  1. Pemahaman mengenai konsep I-P-O
  2. Apa saja yang menjadi komponen dari Input, Process dan Output
  3. Bagian dari input: keyboard, barcode reader, dll
  4. Bagian dari Process : CPU
  5. Bagian dari Output : printer, layar monitor, dll
  6. Perintah yang diberikan kepada computer merupakan bahasa mesin disebut sebagai biner ( 0 dan 1)
  7. Perintah yang diberikan kepada computer disebut sebagai code.
  8. Code yang dibuat menggunakan bahasa pemrograman.
  9. Bahasa pemrograman yang digunakan bisa bermacam-macam tergantung kebutuhan.
  10. Bahasa pemrograman aras bawah ataupu aras atas.
  11. Code yang sudah dibuat tersebut harus mampu dibaca oleh computer , tentu saja dengan bahasa mesin ( 0 dan 1)
  12. Agar code baris program yang sudah dibuat mampu dibaca oleh computer maka diperlukan program special yang mampu merubah bahasa pemrograman aras bawah ataupun rendah tadi kedalam bahasa mesin. Untuk itu dibutuhkan yang namanya compiler.
  13. Setiap bahasa pemrograman memiliki compiler nya masing-masing.
  14. Untuk membuat sebuah program, ada beberapa proses yang harus dilakukan.
  15. Yang harus dilakukan adalah menuliskan bagaimana pemecahan masalah yang harus dilakukan oleh computer.
  16. Pemecahan masalah (proses pemecahan masalah) inilah nantinya yang akan dirubah kedalam bahasa pemrograman.
  17. Untuk mempermudah proses pemecahan masalahan ini, maka ada beberapa cara yang bisa dilakukan, diantaranya adalah dengan membuat algoritma pemecahan masalah.
  18. Algoritma pemecahan masalah ini bisa dibuat kedalam bentuk pseudocode ataupun berupa flowchart.
  19. Dalam membuat pseudocode, ada beberapa key word yang bisa digunakan untuk memberikan kemudahan dalam memahami pseudocode yang akan dibuat.
  20. Beberapa keyword yang bisa digunakan dalam membuat pseudocode adalah while, do, if, elseif, begin, end, for, dll
  21. Sedangkan dalam pembuatan flowchart hal yang harus dipahami adalah fungsi dari notasi (gambar) yang digunakan dalam sebuah flowchart.
  22. Program selalu melibatkan yang namanya Input-Process-Output ==============================
  23. Bagian penting lainnya yang harus dipahami adalah pengetahuan teknis dalam membuat pseudocode ataupun flowchart
  24. Bagian tersebut seperti, pengetahuan konsep kondisi, operator, key word yang digunakan dll.
  25. Pengetahuan tentang apa itu variable dan konstanta, apa yang memedakan antara kedua hal tersebut.
  26. Kemudian penguasaan mengenai berbagai jenis type data yang ada didalam pemrograman seperti, interger, character, numeric.
  27. Kemampuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai mana yang merupakan nilai yang akan berubah dan mana nilai yang tidak akan berubah atau nilainya akan selalu konstan didalam sebuah program.
  28. Pemahaman mengenai fungsi-fungsi kapan jenis keyword tertentu digunakan.
  29. Pemahaman detil mengenai fungsi dari key word yang digunakan , seperti kapan menggunakan if  , for, while, dll.
      berikutnya –>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: